Indonesia Dalam Diplomasi Globalisasi: Sikap, Peluang dan Tantangan.

Oleh : Deni Andrea (HMI Cabang Bengkulu)
Badko : Sumbagsel

Pengalaman yang sangat berharga bagi kami peserta Latihan Kader III HMI Badan Koordinasi Jawa Barat. Bersyukur dan berbahagia, Kanda widya setiabudi sumadinata di sela-sela kesibukan, berkenan meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman serta ilmu dan pengetahuannya.

Globalisasi Indonesia
Globalisasi adalah adanya saling ketergantungan antara satu bangsa dengan bangsa lain, antara satu manusia dengan manusia lain melalui perdagangan, perjalanaan, pariwisata, budaya, informasi, dan interaksi yang luas sehingga batas-batas negara menjadi semakin sempit.

Indonesia adalah negara yang luar biasa, namun sering diabaikan oleh bangsanya sendiri. Hal itu dikarenakan manusia hidup di dunia yang rumit. Orang-orang memiliki pemikiran sendiri-sendiri mengenai peradaban, seperti Samuel Huntington.

Dalam tesis Samuel Huntington, lanjut Hefner, peradaban digambarkan tidak memiliki sinergi lintas peradaban. Huntington mengasumsikan bahwa peradaban berkembang secara terpisah dan selamanya ditentukan oleh satu set nilai. Selain itu, peradaban digambarkan saling berdiri berlawanan satu sama lain.

Pengertian Politik Luar negeri
Politik Luar Negeri adalah kebijakan, sikap, dan langkah pemerintah Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional, dan subyek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional. Tindakan-tindakan pemerintah itu selalu diorientasikan terhadap terpenuhinya kepentingan publik.
Politik luar negeri Indonesia adalah kebijakan, sikap, dan langkah Pemerintah Republik Indonesia dalam melaksanakan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional, dan subjek hukum internasional lainnya guna mencapai tujuan nasional. Indonesia menganut prinsip bebas aktif, yang mengandung arti kebijakan luar negeri dilaksanakan melalui diplomasi yang kreatif, aktif, dan antisipatif, berpegang teguh pada prinsip dan pendirian, serta rasional dan fleksibel dalam pendekatan.

Tujuan politik luar negeri Indonesia adalah:
1. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.
2. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
3. Meningkatkan perdamaian internasional dan mencapai syarat-syarat yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
4. Meningkatkan persaudaraan antar bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita Pancasila.

Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia
Prinsip politik luar negeri Indonesia yang disebutkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri adalah bebas-aktif. Prinsip ini berarti bahwa Indonesia tidak mengadopsi politik netral dalam hubungannya dengan negara-negara lain di dunia. Sebaliknya, Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap isu-isu internasional tanpa mengikatkan diri pada satu kekuatan dunia tertentu.

Dengan prinsip bebas-aktif, Indonesia secara aktif terlibat dalam menyelesaikan konflik, sengketa, dan permasalahan dunia lainnya. Tujuannya adalah untuk mencapai ketertiban dunia yang berlandaskan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dengan kata lain, Indonesia berusaha untuk berperan aktif dalam upaya menjaga perdamaian dan mengatasi masalah-masalah global.

Indonesia adalah negara yang memiliki posisi geografis strategis dan peran penting dalam hubungan internasional. Berikut adalah beberapa poin yang relevan:
1.Ketahanan Dalam Globalisasi: Indonesia harus menghadapi tantangan seperti perubahan ekonomi global, perdagangan internasional, dan isu-isu lingkungan. Diplomasi ekonomi menjadi kunci dalam mengambil keuntungan dari peluang globalisasi sambil menjaga ketahanan dalam negeri.
2. Peran dalam Organisasi Internasional: Indonesia aktif dalam berbagai organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, dan G20. Negara ini memainkan peran penting dalam mempromosikan kerja sama regional dan isu-isu global seperti perdamaian, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.
3. Kerja Sama Regional: ASEAN adalah platform penting bagi Indonesia untuk membangun hubungan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Indonesia berusaha untuk mempertahankan stabilitas di kawasan ini dan mengatasi isu-isu bersama seperti masalah Laut China Selatan.
4.Isu-isu Lingkungan: Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam mengatasi masalah lingkungan global, seperti perubahan iklim dan pelestarian hutan hujan. Diplomasi lingkungan menjadi fokus penting dalam hubungan internasional.
5. Diplomasi Budaya: Indonesia juga menggunakan diplomasi budaya untuk mempromosikan budaya, seni, dan pariwisata. Ini membantu memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia.
6.Tantangan: Beberapa tantangan dalam diplomasi global termasuk perubahan kepemimpinan global, ketegangan geopolitik, dan isu-isu hak asasi manusia. Indonesia harus menjaga keseimbangan dalam memenuhi kepentingan nasional sambil berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas dunia.
Sikap dan strategi diplomasi Indonesia dalam globalisasi akan terus berkembang seiring perubahan dunia.