Abaikan Permendes Kades Kalai Duai Diduga Borongkan Pekerjaan Rabat Beton Dana DD

Bengkulu Utara, wartadaerah.com – Program padat karya tunai desa (PKTD) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi angka pengangguran yang timbul akibat covid-19 yang melanda dunia dan negeri ini, disamping itu juga program padat karya tunai ini secara tidak langsung merupakan jaring pengaman sosial.

Berbeda halnya dengan yang dilakukan oleh oknum kepala desa Kalai Duai, Kecamatan Arma Jaya kabupaten Bengkulu Utara, yang di duga mengabaikan Permendes dan upaya pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi yang timbul akibat Covid-19 ini, bagai mana tidak Oknum kepala Desa Kalai Duai ini diduga memborongkan pekerjaan yang merupakan kegiatan pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari dana Desa yang hampir tiga tahun berturut-turut.

Tak ayal sikap dan keputusan kepala desa yang diduga memborongkan pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan secara swakelola dengan sistim padat karya tunai, mendapat protes dan menjadi buah bibir bagi masyarakat desa Kalai Duai dan sekitarnya.

Salah seorang warga desa Kalai Duai yang menemui awak media ini mengatakan, bahwa warga desa merasa sangat dirugikan dengan keputusan dan sikap kepala desa yang selalu memborongkan pekerjaan yang seharusnya dilakukan dengan cara Padat Karya Tunai ini,

“Kami sangat dirugikan dengan cara kades ini pak, soalnya idak tahan kerjo samo pemborong pak, dan pemborong juga dak ndak ngajak, masyarakat kami yang agak tuo, tino jando, yang bisa kerjo tu yang masih mudo-mudo yang masih kuek, idak ndaklah masyarakat tu, lemaknyo kerjo tempat lain, tapi kalau polanyo padat karya tunaai ndak kami, “ungkapnya dan meminta namanya tidak diebutkan.

Terpisah, warga lain pun yang dihubungi awak media untuk menelusuri kebenaran informasi terkait diborongnya pekerjaan rabat beton didesa Kalai Duai ini juga mengatakan, bahwa jalan rabat beton yang dibagun ini juga sebenarnya tidak masuk dalam wilayah desa Kalai Duai tapi masuk dalam wilayah desa Talang Denau.

“ iya benar pembangunan jalan rabat beton desa kami ini, kayaknya memang diborongkan ke orang luar, kalau ngak salah namanya pak Bambang, dia orang Sumberjo kecamatan Hulu Palik pak, kalau bapak mau liat datang aja kelokasi biasanya dia ada disana ngawasi orang kerja harian yang ngangkut matrial jalan yang mau dibangun itu, jalan itu untuk ke kebun pak kades ada didalam, dan jalan itu sebagian masuk wilayah desa Talang Denau Kecamatan Kota Arga makmur, jelasnya yang juga meminta namanya jangan disebut-sebut,”

“ Jangan bilang saya yang cerita pak, nanti tidak enak sama pak kades, kelak kami idak dikasih bantuan apo-apo lagi” Ungkapnya dengan nada cemas setelah tau yang datang itu awak media.

Terpisah Camat Arma Jaya . Hartono, SP yang dihubungi awak media melalui kasih PMD Tamrin, S.Ip mengatakan,

“ Kalau secara tupoksi kami sudah memberikan surat pembinanan kepada seluruh kepala desa dalam wilayah Kecamatan Arma Jaya, sesuai dengan surat bernomor: 641/87/AJ/IV/2021 prihal, Surat Pembinaan yang langsung ditanda tangan Pak camat,” Jelasnya

“ Dalam surat tersebut terdiri dari beberapa poin utama, dimana sesuai dengan permendes Nomor 13 tahun 2020 tentang prioritas dana desa dan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), yang intinya bahwa program padat karya tunai desa itu harus memafaatkan sumber daya desa tersebut, pekerjaan diprioritaskan bagi pengangguran, setengah pengangguran, serta perempuan kepala keluarga atau janda, dan pekerjaan tersebut dikerjakan oleh masyarakat desa setempat dan tidak diborongkan ke pada pihak ketigaapa lagi orang diluar desa, dan terkait teknis pekerjaan dilapangan tentu harus kerjakan sesuai dengan APBDes serta sesuai dengan RAB,” tutup Tamrin.

Sementara itu kepala desa kalai Duai Hirwan Toni yang dihubungi awak media, untuk klarifikasi hak jawabnya terkait permasalahan tersebut melalui sambungan telpon tidak menjawab dan ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp juga tidak direspon sampai berita ini ditayangkan.