Hipmi Bengkulu Fokus Garap Pengembangan Sektor Kemaritiman Setempat

Bengkulu, wartadaerah.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bengkulu meminta anggotanya ikut berperan mengembangkan sektor kemaritiman setempat yang sedang menjadi fokus perhatian organisasi tersebut.

Ketua Hipmi Bengkulu Undang Sumbaga menyebut dengan memiliki garis pantai sepanjang 525 kilometer, Bengkulu memiliki potensi kemaritiman yang berlimpah, namun kekayaan alam itu belum digarap dengan optimal.

“Sektor kemaritiman ini belum digarap secara maksimal, berbeda dengan sektor lain, seperti perkebunan dan pertambangan. Padahal potensi ikan di Bengkulu ini sangat besar, namun belum banyak perusahaan-perusahaan yang fokus menggarap ini,” katanya di Bengkulu, Kamis.

Dia mengatakan pengembangan ekonomi di Bengkulu, termasuk sektor kemaritiman, tidak bisa hanya bergantung dengan usaha-usaha yang dilakukan pemerintah daerah, namun dibutuhkan kesadaran berbagai pihak, terutama pengusaha lokal, untuk terlibat menanamkan investasi di sektor kemaritiman agar kekayaan bahari bisa memberikan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

Saat ini, kata Undang, penangkapan ikan laut di Bengkulu belum signifikan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah karena kegiatan pengiriman ikan atau ekspor tidak dilakukan dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, melainkan pelabuhan lain di luar daerah setempat.

“Kalau kita hanya berharap dari pemerintah saya pikir ini akan menjadi problem. Anggaran pemerintah itu terbatas dan prosesnya lama harus minta persetujuan sana-sini. Bagaimana caranya pengusaha yang berhimpun di Hipmi ikut terlibat mengembangkan sektor maritim ini,” katanya.

Ia mengatakan salah satu program yang akan digagas Hipmi Bengkulu, yaitu mendorong anggota menanamkan investasi untuk membuat pabrik es di beberapa titik, salah satunya di Pulau Enggano.

Dia mengatakan keberadaan pabrik es tersebut akan membantu nelayan mengoptimalkan hasil tangkapan sehingga bisa menjual dengan harga tinggi.

“Ini komitmen kami untuk mengembangkan ekonomi Bengkulu dan tentu kami berharap pemerintah mendukung dengan mempermudah proses perizinan,” demikian Undang. (Ant)