BENGKULU – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan pengabdian yang dilakukan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bengkulu dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Dukungan ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar PPNI, Sabtu (25/5/2025).
Dalam sambutannya, Dedy menyampaikan rasa bangganya terhadap para perawat yang menurutnya merupakan ujung tombak layanan kesehatan di lapangan.
“Saya merasa bangga dan berbahagia hari ini. Tetaplah menjadi perawat yang dicintai pasien, perawat yang melayani dengan hati,” pesan Dedy di hadapan para perawat.
Ia menyebut peran perawat sejalan dengan visi Kota Bengkulu yang terus mengedepankan layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh warganya. Kehadiran Dedy dalam kegiatan PPNI itu disebutnya sebagai bentuk dukungan moril kepada para perawat yang telah berdedikasi.
Dedy juga membeberkan beberapa program unggulan Pemkot Bengkulu di sektor kesehatan, di antaranya: Layanan Puskesmas 24 jam, yang akan dimulai dari Puskesmas Penurunan usai renovasi, BPJS Kesehatan gratis untuk warga Kota Bengkulu, yang telah dinikmati puluhan ribu masyarakat, Pengembangan rumah sakit baru, yakni Rumah Sakit Khusus Mata, yang direncanakan akan berdiri di kawasan Selebar.
“Insya Allah, kita sedang menyusun proposalnya. Bila disetujui, tahun ini akan kita bangun. Bahkan ada masukan agar rumah sakit ini dikembangkan menjadi rumah sakit khusus panca indera,” jelas Dedy.
Ketua PPNI Kota Bengkulu, Ns. Dedi Herianto S.Kep, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Pemerintah Kota Bengkulu terhadap peran dan gerakan pengabdian perawat di tengah masyarakat.
“Dukungan dari Pak Wali Kota Dedy Wahyudi menjadi energi positif bagi kami seluruh perawat di Kota Bengkulu. Ini menunjukkan bahwa profesi perawat mendapat perhatian dan diakui sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan,” ujar Dedi.
Ia juga menegaskan bahwa PPNI Kota Bengkulu akan terus berkomitmen melakukan kegiatan sosial dan pengabdian, tidak hanya di fasilitas kesehatan tetapi juga langsung menyentuh masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa perawat bukan hanya bekerja di rumah sakit atau puskesmas, tapi juga hadir memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pemeriksaan gratis, donor darah, hingga fogging yang kami lakukan adalah bentuk konkret kontribusi kami,” lanjutnya.
Dedi juga menambahkan bahwa PPNI Kota Bengkulu siap bersinergi dalam program-program kesehatan Kota Bengkulu, termasuk rencana Puskesmas 24 jam, penguatan layanan primer, dan pengembangan rumah sakit baru.
“Kami siap mendukung penuh, dan kami pastikan para perawat di Kota Bengkulu akan terus melayani dengan hati dan penuh tanggung jawab,” tutupnya. (**)








