BENGKULU — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu di bawah kepemimpinan Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing kembali menegaskan komitmennya untuk menciptakan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman di Kota Bengkulu.

Langkah ini diwujudkan melalui kebijakan penertiban pasar-pasar strategis di Kota Bengkulu, khususnya Pasar Panorama dan Pasar Minggu. Kedua pasar ini selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, namun kerap kali menimbulkan permasalahan ketertiban umum lantaran banyak pedagang yang berjualan di badan jalan dan trotoar, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan hak pejalan kaki.

“Pasar adalah pusat ekonomi rakyat yang vital, namun harus tertib, bersih, dan nyaman bagi semua pihak. Tidak boleh ada pedagang yang berjualan di badan jalan atau trotoar,” tegas Walikota Dedy Wahyudi dalam keterangannya, Jumat (6/6/25).

Menurut Dedy, kebijakan ini tidak bersifat ekstrem, melainkan merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sebagaimana mestinya. “Mengenai Pasar Minggu, tidak ada tindakan yang ekstrem, tetapi tidak boleh berjualan di badan jalan. Tidak boleh berjualan di atas trotoar. Kalau masih ada saya imbau segera mohon pindah,” ujarnya.

Pemkot Bengkulu telah menyiapkan lokasi alternatif bagi para pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan atau trotoar. “Di Pasar Minggu, di PTM itu masih banyak tempat di dalam. Panorama juga demikian, masih banyak tempat,” jelas Dedy, sembari memastikan bahwa relokasi ini dilakukan agar pedagang tetap mendapatkan tempat usaha yang layak tanpa mengganggu ketertiban umum.

Walikota pun menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah patuh dan mau bekerja sama dengan pemerintah dalam mendukung kebijakan ini. “Saya ingin seperti di Panorama, pedagang membongkar sendiri. Sekarang coba lihat, sudah mulai membaik, tapi belum selesai. Kita masih banyak PR. Intinya adalah tidak boleh berjualan di badan jalan atau di trotoar,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Dedy mengungkapkan bahwa penertiban ini juga diharapkan dapat meningkatkan estetika kota, sekaligus mendukung pariwisata dan investasi di Bengkulu. “Pasar yang tertib, bersih, dan nyaman akan menarik lebih banyak pembeli, meningkatkan pendapatan pedagang, dan memberikan citra positif bagi Kota Bengkulu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Ronny PL Tobing menegaskan bahwa Pemkot Bengkulu akan terus melakukan sosialisasi secara humanis kepada para pedagang agar memahami pentingnya kebijakan ini bagi kepentingan bersama. “Kami tidak ingin ada pedagang yang merasa dirugikan. Semua kebijakan ini semata-mata untuk kebaikan bersama,” katanya.

Pemkot Bengkulu juga menggandeng Satpol PP, Dinas Perindag, dan pihak terkait lainnya untuk melakukan pendekatan persuasif agar proses penertiban berjalan lancar. Upaya ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju pasar yang lebih tertib, aman, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bengkulu. (**)