BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mempercepat proses inventarisasi lokasi pembangunan Gerai Sembako Koperasi Merah Putih (KMP) di setiap kelurahan. Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang pembangunan Gerai Sembako Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Garda Reputra, menyampaikan bahwa pemerintah pusat menargetkan setiap daerah segera menindaklanjuti Inpres tersebut dengan menyiapkan lokasi yang memenuhi standar pembangunan gerai.
“Pemerintah pusat meminta setiap daerah segera menindaklanjuti Inpres Nomor 17 Tahun 2025 dengan mempercepat pembangunan Gerai Sembako Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan atau desa,” ujar Garda, Senin (3/11/2025).
Sebagai tahap awal, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu telah melakukan inventarisasi dan identifikasi lahan yang akan digunakan. Berdasarkan ketentuan pemerintah pusat, setiap gerai koperasi wajib memiliki lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.
“Kami sedang menginventarisasi lokasi strategis di tiap kelurahan. Data tersebut akan diunggah ke aplikasi SingkopDes dan menjadi dasar dokumen usulan pembangunan,” jelas Garda.
Beberapa koperasi yang sudah lebih dulu membentuk KMP bahkan mulai beroperasi secara mandiri, seperti yang dilakukan di Kelurahan Pegadewan dan sejumlah wilayah lain.
Garda menjelaskan, keberadaan Gerai Koperasi Merah Putih nantinya tidak hanya berfungsi sebagai distributor kebutuhan pokok (sembako), tapi juga menjadi pusat ekonomi masyarakat, dengan menyediakan layanan apotek, kesehatan dasar, hingga ruang pemasaran produk UMKM lokal.
“Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi pusat ekonomi masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyediakan layanan kesehatan, dan menyalurkan produk UMKM,” tambahnya.
Dari total 67 koperasi kelurahan di Kota Bengkulu, baru sebagian yang memenuhi standar pembangunan gerai sesuai ketentuan pemerintah pusat. Oleh sebab itu, Pemkot Bengkulu menargetkan percepatan pembangunan agar seluruh koperasi kelurahan memiliki gerai layak dan berfungsi optimal.
“Kami ingin koperasi menjadi garda terdepan ekonomi rakyat. Program ini juga bagian dari upaya pemerintah daerah menjalankan kebijakan nasional untuk kemandirian ekonomi masyarakat,” tutup Garda. (**)









