Beranda Berita Kasus PMK di Mukomuko bertambah jadi 878 ekor

Kasus PMK di Mukomuko bertambah jadi 878 ekor

Mukomuko, Bengkulu – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencatat kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi, kerbau, dan kambing di daerah ini bertambah menjadi sebanyak 878 ekor.

“Per 24 Agustus 2022 sudah bertambah 25 ekor, sehingga jumlah hewan ternak yang terjangkit PMK menjadi 878 ekor,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Mukomuko Diana, dalam keterangan di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan hal itu terkait perkembangan kasus PMK sejak 23 Agustus 2022 bertambah menjadi 853 ekor, kemudian 24 Agustus 2022 bertambah menjadi 878 ekor hewan ternak.

Ia menjelaskan, sebanyak 25 hewan ternak yang terjangkit PMK per 24 Agustus 2022 tersebut tersebar di empat wilayah, yakni di Desa Ujung Padang enam ekor, Desa Pondok Batu 12 ekor, Desa Tanah Harapan lima ekor, Desa Tirta Mulya dua ekor.

Sebanyak 25 hewan ternak yang terjangkit PMK di lima wilayah di daerah ini terhitung per 24 Agustus 2022 tersebut semua jenis sapi.

Dari sebanyak 878 hewan ternak yang terjangkit PMK tersebut, tercatat 466 hewan sudah sehat, sembilan ekor mati, dan tiga ekor dipotong paksa.

Ia mengatakan, sampai sekarang sebanyak 400 hewan ternak yang sakit dan masih menjalani pengobatan. Selain memberikan pengobatan pada ternak sakit sekaligus memberikan vaksinasi untuk mencegah hewan terjangkit PMK.

Ia mengatakan, daerah ini menerima bantuan sebanyak 6.400 dosis vaksin PMK untuk sebanyak 6.400 hewan ternak sapi, kerbau, dan kambing dari pemerintah provinsi setempat.

Dari sebanyak 6.400 dosis vaksin untuk mencegah PMK pada hewan ternak tersebut, masih ada sisa vaksin PMK sebanyak 2.050 dosis.

Sebanyak ribuan vaksin PMK tersebut telah didistribusikan ke tiga pusat kesehatan hewan (puskeswan) di Kecamatan Ipuh, Kecamatan Penarik, dan Kecamatan Air Manjuto.

Selanjutnya petugas peternakan dan kesehatan hewan yang tersebar di tiga puskeswan di daerah ini yang melakukan jemput bola untuk memberikan pelayanan vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, warga diimbau untuk mengikat hewan ternak guna memudahkan petugas memberikan vaksinasi PMK, demikian Diana. (Ant)