BENGKULU — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu mencatat deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,31 persen pada Juni 2025. Sementara itu, tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 0,55 persen, dan inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di angka 106,94.
Data ini disampaikan oleh Statistisi Ahli Madya Tina Wahyu Fitri saat membacakan Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kota Bengkulu, Selasa (1/7/2025), mewakili Plt Kepala BPS Kota Bengkulu.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran utama,” jelas Tina.
Kelompok Penyumbang Inflasi
Inflasi tahunan di Kota Bengkulu dipicu oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran, yaitu:
- Kelompok pakaian dan alas kaki: naik 1,37 persen
- Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: naik 0,28 persen
- Kelompok kesehatan: naik 1,76 persen
- Kelompok transportasi: naik 1,50 persen
- Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: naik 0,05 persen
- Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya: naik 0,46 persen
- Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran: naik 1,41 persen
-
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya: naik signifikan 5,53 persen
Kelompok Penyumbang Deflasi
Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran mencatat penurunan indeks harga alias deflasi, yakni:
- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau: turun 0,15 persen
- Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: turun 0,88 persen
- Kelompok pendidikan: turun tajam 7,89 persen
Deflasi bulanan ini menunjukkan terjadinya penurunan harga secara umum, terutama didorong oleh sektor pendidikan dan rumah tangga, yang memberikan kontribusi terhadap melambatnya laju inflasi secara keseluruhan. (**)








