WartaDaerahBengkulu – Polresta Bengkulu merilis kronologi resmi terkait peristiwa tenggelamnya kapal wisata Tiga Putra yang mengangkut 107 orang, terdiri dari 101 penumpang dan 6 ABK, di perairan Pantai Malabero, Kota Bengkulu, Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 16.28 WIB.
Menurut rilis resmi Polresta Bengkulu, Selasa (13/5/2025), kapal berangkat dari Pulau Tikus sekitar pukul 15.00 WIB. Saat dalam perjalanan menuju daratan, sekitar pukul 15.20 WIB kapal mendadak mengalami gangguan mesin, diduga akibat kehabisan bahan bakar.
Situasi semakin memburuk ketika kapal diterjang gelombang tinggi akibat cuaca buruk. Dalam kondisi mati mesin dan tidak bisa dikendalikan, kapal akhirnya karam di sekitar perairan Mes Pemda II, Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.
Warga yang melihat peristiwa itu segera melapor ke pihak berwajib. Tim gabungan dari Ditpolair, Basarnas, TNI AL, serta masyarakat sekitar langsung melakukan evakuasi.
Dari total 107 orang di dalam kapal, terdiri dari 101 penumpang dan 6 anak buah kapal (ABK). Sebanyak 8 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 99 lainnya berhasil diselamatkan.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam atas peristiwa ini.
“Kami akan memeriksa kelayakan kapal, izin operasional, dan unsur kelalaian. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, kami akan tindak tegas,” ujarnya.
Kombes Pol Sudarno menyampaikan hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa 21 saksi dan masih mengumpulkan bukti-bukti lainya termasuk untuk memeriksa para saksi ahli.
“Belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, kami juga belum bisa meastikan ini over kapasiats atau tidak nanti itu kita periksa saksi ahli dan kami akan berkordinasi dengan pihak KSOP dan Kemetirian perhubungan,” pungkasnya. (**)









