BENGKULU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menggelar rapat paripurna dengan agenda penandatangan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (27/10/2025) .
Dalam laporan Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bengkulu, Rina, disampaikan bahwa kebijakan efisiensi menjadi langkah strategis menghadapi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
“DPRD dan Pemkot sepakat melakukan penyesuaian anggaran melalui efisiensi belanja di beberapa sektor, termasuk pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 40 persen, pengurangan biaya perjalanan dinas, serta penyesuaian kegiatan yang belum mendesak,” ungkap Rina.
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil agar alokasi anggaran bisa difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, pengembangan pariwisata, dan peningkatan investasi daerah.
“Efisiensi ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah dan memastikan anggaran benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat,” jelas Rina.
Sementara itu, Walikota Dedy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pemerintah kota, meskipun terjadi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang membuat daerah harus melakukan efisiensi anggaran.
“Terkait efisiensi, nanti akan beberapa OPD yang tidak memiliki kegiatan. Namun pengurangan itu akan kita alihkan untuk infrastruktur seperti jalan, drainase, dan lampu jalan,” ujar Dedy.
Dedy menambahkan, hingga akhir 2025 Pemkot Bengkulu menargetkan penuntasan 25 titik pembangunan jalan, dua pasar rakyat, serta penambahan lampu jalan dan penataan kawasan kota.
Menurutnya, porsi anggaran infrastruktur tahun 2026 akan lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Walikota Dedy menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD yang telah memberikan masukan konstruktif dalam proses penyusunan KUA–PPAS 2026.
“Kami sangat menghargai semua masukan dan evaluasi yang membangun sebagaimana disampaikan oleh dewan yang terhormat, baik dalam rapat paripurna maupun pembahasan. Semua itu akan menjadi perhatian kami dalam penyusunan dokumen berikutnya,” ujar Dedy.
Ia juga berterima kasih kepada tim ahli DPRD dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian serta pemikiran untuk penyempurnaan kebijakan anggaran daerah.
“Semoga seluruh program pembangunan yang kita rencanakan dapat terlaksana dengan baik dan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” tutup Dedy. (**)









