BENGKULU – BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu terus mendorong sinergi dan kolaborasi dengan insan media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat luas. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Bengkulu, Syafrudin Imam Negara, dalam sebuah pertemuan bersama sejumlah Pemimpin Redaksi di Lampung beberapa waktu lalu.
Imam menegaskan bahwa peran media sangat vital dalam membangun persepsi publik yang positif terhadap program JKN serta menangkal informasi menyesatkan yang beredar di masyarakat.
“Kami ingin hubungan antara BPJS Kesehatan dan media tidak sekadar hubungan kerja biasa, tapi menjadi mitra strategis yang saling mendukung dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat,” ungkap Imam.
Menurutnya, di tengah tantangan informasi yang semakin terbuka, tidak jarang muncul pihak-pihak yang mencoba memecah belah antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah, dengan narasi yang tidak bertanggung jawab.
“Ada saja oknum yang mencoba mengadu domba BPJS Kesehatan dengan pemerintah. Padahal, kami bersama pemerintah justru terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memperluas cakupan kepesertaan JKN, terutama bagi masyarakat tidak mampu,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, Imam berharap media dapat menjadi saluran informasi yang mencerahkan publik, terutama dalam menjelaskan kebijakan, manfaat, dan mekanisme layanan JKN, termasuk isu-isu yang sering disalahpahami masyarakat.
BPJS Kesehatan juga menyatakan kesiapan untuk terus membuka akses informasi kepada jurnalis, serta mengadakan pelatihan dan diskusi guna memperkuat pemahaman teknis program JKN di kalangan media.
“Informasi yang baik datang dari komunikasi yang baik. Dan media adalah jembatan penting dalam komunikasi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat,” tutup Imam. (**)








