Pabrik Sawit di Mukomuko Berhenti Beroperasi

Mukomuko – Satu pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak Kamis (19/8) sampai sekarang berhenti beroperasi mengolah tandan buah segar kelapa sawit karena karyawannya mogok kerja.

“Pabrik minyak kelapa sawit yang berhenti beroperasi mengolah tandan buah segar kelapa sawit milik petani yakni PT GSS di Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh,” kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan dan Tenaga Kerja Kabupaten Mukomuko, Juni Kurniadiana, dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.

Para karyawan PT GSS, pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak Kamis (19/8) sampai sekarang melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut salah satunya tunjangan perumahan dan beras kepada perusahaan tersebut.

Para karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Federasi Serikat Pekerja Metal (FPSMI) yang melakukan aksi mogok kerja menuntut hak, yakni tunjangan perumahan dan beras.

Ia mengatakan, pada Kamis (19/8) sudah ada pertemuan dengan berbagai pihak terkait dalam rangka menyelesaikan perselisihan antara PT GSS dengan karyawan perusahaan ini, namun belum ada kesepakatan.

Pihak terkait tersebut, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan dan Tenaga Kerja, Waka II DPRD Kabupaten Mukomuko Novianto, Anggota Komisi I DPRD Kab.Mukomuko Sukandi, Kapolsek Pondok Suguh, Manager PT GSS, dan Perwakilan Serikat Pekerja FSPMI.

“Sudah diupayakan berdamai tetapi sepertinya belum ada solusi maupun kesepakatan karena pihak pabrik di daerah ini tidak bisa memutuskan,” ujarnya.

Ia menyatakan, meskipun para karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja FSPMI melakukan aksi mogok kerja tetapi mereka tidak menghalangi perusahaan untuk menerima TBS dan juga tidak menutup Pabrik tersebut.

“Mereka masih mempersilahkan pabrik melaksanakan kegiatan seperti biasa, tetapi pabrik tidak bisa beroperasi karena karyawannya mogok kerja,” ujarnya.

Untuk sementara petani yang selama ini menjual TBS kelapa sawit kepada PT GSS masih memiliki alternatif lain untuk menjual TBS kelapa sawit di pabrik lain di wilayahnya.

Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko, AKBP Witdiardi, dalam keterangannya mengatakan sejumlah personel Polsek Pondok Suguh melaksanakan monitoring mediasi antara serikat pekerja FSPMI dengan PT GSS.

Pihak kepolisian resor setempat terus melakukan pengamanan untuk memastikan tidak ada keributan selama aksi mogok kerja karyawan pabrik. (Ant)