Polres Mukomuko: Tunggu Perintah untuk Atasi Kegiatan Masyarakat

Mukomuko – Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan sampai sekarang masih menunggu perintah dari atasan untuk membatasi kegiatan masyarakat dan melarang pesta pernikahan guna mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

“Sampai sekarang belum ada perintah dari atasan untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, kami menunggu perintah untuk melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat,” kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko Kompol Hasdi dalam keterangannya di Mukomuko, Senin.

Ia mengatakan hal itu menanggapi adanya rencana Kapolda Bengkulu untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di daerah ini guna mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

Ia mengatakan pihaknya selalu mengacu pada perintah tertulis untuk melaksanakan tugas ini, bagaimana bentuk perintahnya belum ada diterima oleh jajaran di tingkat polres sampai sekarang ini.

“Perintah untuk melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat ini bisa langsung disampaikan oleh Kapolda Bengkulu atau perintah dari Mabes Polri dalam bentuk telegram,” ujarnya.

Terkait dengan kebijakan untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di setiap daerah kondisinya berbeda sesuai dengan status wilayah tersebut zona merah, “orange” atau kuning.

Pembatasan kegiatan masyarakat di wilayah zona merah tidak sama dengan wilayah zona “orange” dan kuning. Masyarakat di wilayah zona “orange” dan kuning masih bisa melakukan kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya tidak pernah berhenti memberikan imbauan kepada masyarakat terutama yang mengadakan pesta pernikahan untuk mematuhi protokol kesehatan.

Kemudian ditekankan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masing-masing desa sesuai dengan instruksi bupati, yakni khusus zona merah diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat diterapkan untuk setiap rukun tetangga (RT). Kalau ada lima orang dalam satu RT yang terjangkit virus corona bisa dilakukan pembatasan. (Ant)