Sebanyak 21.772 Warga Rejang Lebong Telah Divaksin Lengkap

Rejang Lebong, Bengkulu – Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan jumlah warga setempat yang telah menjalani vaksinasi COVID-19 dosis 1 dan 2 hingga saat ini sudah mencapai 21.772 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir di Rejang Lebong, Jumat (10/9), mengatakan vaksinasi COVID-19 secara massal di wilayah itu selain dilaksanakan di 21 puskesmas tersebar di 15 kecamatan juga di RSUD Curup, RSDKT, Klinik Medika Bhayangkara dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat yang berumur di atas 12 tahun.

“Saat ini jumlah warga Kabupaten Rejang Lebong yang telah diberikan vaksin dosis 1 dan 2 mencapai 21.772 orang atau 10 persen dari target. Warga yang telah menjalani vaksinasi lengkap ini terdiri dari tenaga kesehatan, pejabat publik, lansia, masyarakat rentan dan umum serta usia remaja,” kata dia.

Dia menjelaskan target vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 217.861 orang, di mana yang telah menjalani vaksinasi dosis 1 sebanyak 35.251 orang atau 16,18 persen dari target, sedangkan cakupan vaksinasi dosis 2 sebanyak 21.772 orang (10 persen), dan cakupan vaksinasi dosis 3 untuk tenaga kesehatan sebanyak 548 orang atau 34,75 persen.

Jumlah warga daerah itu yang terkonfirmasi COVID-19 terhitung sejak kasus pertama pada Juni 2020 hingga saat ini, mencapai 3.420 kasus, sebanyak 3.322 kasus dinyatakan sembuh, 68 kasus meninggal dunia, dan 30 kasus masih dalam pengawasan.

Sampel tes usap yang diperiksa di laboratorium sebanyak 11.041 spesimen dengan hasil sebanyak 3.420 sampel dinyatakan positif dan 7.621 sampel dinyatakan negatif.

Dari pemeriksaan sampel dan testing, jumlah kasus warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif terus menurun seperti pada periode 10-23 Agustus dari 4.663 sampel diperiksa yang dinyatakan positif sebanyak 299 sampel dengan “positivity rate” 6,4 persen.

Pada periode 24 Agustus-6 September sampel dinyatakan positif sebanyak 71 kasus atau 0,9 persen dan testing periode 7-10 September ada 11 kasus positif atau 0,4 persen. (Ant)