Citra Wisata Tercoreng, Rombongan Keluarga Diusir Secara Kasar Gara-gara Tarif Pondok di Pantai Panjang

BENGKULU – Sebuah insiden tidak menyenangkan dialami rombongan warga yang baru saja mengantarkan salah satu anggota keluarganya berangkat umrah. Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan singgah untuk beristirahat di sebuah pondok kosong di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu.Rabu Siang (17/12/2025).

Salah seorang anggota rombongan menuturkan, awalnya mereka hanya berniat beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang mengantar jamaah umrah. Rombongan kemudian menempati dua pondok kecil yang tampak kosong.

“Kami ditegur oleh pemilik pondok dan diberitahu kalau duduk di pondok itu harus dibayar. Kami setuju dan siap membayar,” ujarnya.

Menurut keterangan rombongan, mereka juga berinisiatif memesan makanan dan minuman. Namun, pesanan yang diminta tidak tersedia.

“Kami pesan mie rebus empat porsi, katanya tidak ada. Pesan es teh juga dibilang tidak ada,” jelasnya.

Situasi mulai memanas ketika salah satu anggota rombongan menanyakan biaya sewa dua pondok tersebut. Jawaban yang diterima disebutkan sebesar Rp1 juta.

“Kawan kami hanya bertanya kenapa mahal, karena kami tidak makan apa-apa, hanya duduk di pondok kosong. Dari situ suasana berubah,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, pemilik pondok diduga langsung marah dan mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan, rombongan disebut diusir secara paksa saat sebagian dari mereka masih makan.

“Ada yang masih makan, nasi dibuang. Kami diusir, dimarahi, bahkan seperti mau dipukul. Yang bersangkutan memegang kayu, itu jelas terlihat,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, rombongan akhirnya memutuskan tidak melakukan pembayaran karena merasa diperlakukan tidak pantas dan berada dalam kondisi terancam.

“Kami sebenarnya berniat membayar. Tapi karena dimarahi, diusir, dan situasinya tidak aman, akhirnya kami pergi,” tambahnya. (red)